HeadlineIndeksWow

Sido Muncul Raih PROPER Emas Ke-6, Irwan Hidayat Gaet Green Leadership PROPER Keempat

×

Sido Muncul Raih PROPER Emas Ke-6, Irwan Hidayat Gaet Green Leadership PROPER Keempat

Sebarkan artikel ini
Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C) Irwan Hidayat menerima anugerah lingkungan PROPER di Sasono Langen Budoyo, TMII, Jakarta Timur, Selasa (7/4/2026). Istimewa

JAKARTA, PMP – Konsistensi PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) dalam pengelolaan lingkungan yang efektif dan berkelanjutan berbuah manis. Untuk keenam kalinya perusahaan dengan kode saham “SIDO” ini sukses meraih penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) Emas 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Penghargaan ini diraih secara berturut-turut setelah sebelumnya berhasil diraih Sido Muncul sejak 2020 hingga 2024.

Pada saat yang sama, Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C) Irwan Hidayat, kembali meraih penghargaan “Green Leadership PROPER” 2025, menandai pencapaian keempat kalinya secara beruntun.

Kedua penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq didampingi Ketua Komisi 12 DPR RI Bambang Patijaya dan Ketua Dewan Pertimbangan Proper Prof. Sudharto P. Hadi, dalam acara Anugerah Lingkungan Proper yang digelar di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Selasa (7/4/2026).

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir, mulai dari kementerian/lembaga, Dewan Pertimbangan PROPER, hingga para pelaku usaha peserta PROPER 2025.

Hanif menegaskan bahwa ajang PROPER momentum penting dalam mengukur kontribusi dunia usaha terhadap lingkungan hidup. Setiap perusahaan, kata Hanif, wajib memiliki dokumen lingkungan yang ketat dan melaporkannya secara berkala setiap enam bulan. Dari laporan tersebut, dilakukan evaluasi tingkat ketaatan.

“Peringkat biru bukan hal yang mudah. Ini menunjukkan kepatuhan serius terhadap dokumen lingkungan. Sementara yang meraih emas, ini adalah kebanggaan luar biasa,” ujarnya.

Baca Juga :  Sido Muncul Siapkan Dana Belanja Modal 2022 Sebesar Rp200 Miliar

Hanif mengungkapkan PROPER membawa dampak nyata bagi dunia usaha. Perusahaan dengan peringkat hijau dan emas cenderung mendapat respons positif dari pasar.

“Ini bukan hanya kebanggaan. Dalam praktiknya, perusahaan dengan PROPER hijau atau emas, nilai sahamnya bisa meningkat. Artinya, ada kepercayaan lebih dari publik,” ungkapnya.

Fenomena ini, lanjut Hanif, sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan. Di tengah keterbatasan akses terhadap kondisi operasional perusahaan, PROPER menjadi indikator yang mudah dipahami.

“Karena masyarakat tidak melihat langsung kondisi di lapangan, maka peringkat PROPER ini menjadi salah satu rujukan penting,” jelas Hanif.

Hanif berpesan agar perusahaan tidak hanya berhenti pada pencapaian penghargaan, tetapi menjaga konsistensi kinerja lingkungan. “Ini bukan soal simbol. Ini soal masa depan lingkungan kita,” tegasnya.

Bangun Kepercayaan Publik

Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat mengungkapkan bahwa tujuan utama dari semua pencapaian ini adalah untuk membangun kepercayaan.

“Sebagai perusahaan, yang paling kami butuhkan adalah kepercayaan masyarakat. Dan menjaga lingkungan adalah salah satu cara kami membangun kepercayaan itu,” ujar Irwan Hidayat kepada awak media usai menerima penghargaan.

Ia menegaskan, komitmen Sido Muncul terhadap lingkungan bukan sekadar formalitas, melainkan dijalankan secara serius dalam operasional perusahaan. Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan langkah nyata untuk memastikan kualitas produk kepada konsumen.

“Kalau kami bisa berbuat baik terhadap lingkungan, maka kepada konsumen seharusnya kami bisa jauh lebih baik,” tegasnya.

Irwan menambahkan, praktik menjaga lingkungan telah menjadi bagian dari keseharian di pabrik. Seluruh proses produksi diarahkan agar tetap menjaga keberlanjutan lingkungan di masa depan.

“Ini sudah menjadi kehidupan sehari-hari. Kami harus terus menjaga lingkungan dan memastikan bahwa apa yang kami lakukan hari ini tidak merusak masa depan lingkungan,” tambahnya.

Baca Juga :  Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat Raih Bintang CSR Berkat Komitmennya Jaga Green Company

Menariknya, dalam jajaran penerima Green Leadership PROPER tahun ini, Irwan menjadi satu-satunya pemimpin dari sektor perusahaan jamu dan farmasi yang berhasil meraih penghargaan tersebut. Ia pun mengaku bersyukur atas capaian tersebut.

“Kalau dibilang beruntung, ya saya bersyukur. Tapi keberuntungan itu tidak datang tiba-tiba. Ini melalui proses panjang,” ujar Irwan.

Bagi Irwan, penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi, melainkan cerminan dari keseriusan perusahaan dalam menjaga lingkungan sebagai bagian dari strategi bisnis.

Lebih jauh, Irwan menekankan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari peran tim di balik layar. Ia menyebut, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif yang dibangun dengan nilai kedisiplinan, ketakwaan, dan kreativitas.

“Yang bekerja keras itu tim kami di pabrik, khususnya tim lingkungan. Mereka yang berjuang setiap hari. Saya hanya menerima hasilnya. Jadi, penghargaan ini sepenuhnya milik tim Sido Muncul,” ungkapnya.

Irwan menjelaskan Sido Muncul telah menjalankan berbagai inisiatif ramah lingkungan, mulai dari efisiensi energi, penggunaan energi terbarukan, hingga pengelolaan limbah yang diklaim telah mencapai zero waste.

“Kami menjalankan berbagai inisiatif, mulai dari efisiensi energi, penggunaan listrik terbarukan, hingga memastikan listrik yang digunakan tidak bersubsidi. Kami juga mengelola limbah dengan baik hingga mencapai zero waste. Jadi, operasional perusahaan kami benar-benar diarahkan untuk minim dampak lingkungan,” jelasnya.

Manager Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono menambahkan bahwa capaian Proper Emas bukanlah sesuatu yang diraih secara instan. Ia menjelaskan, PROPER Emas menuntut perusahaan melakukan berbagai langkah inovatif yang berdampak nyata terhadap lingkungan dan masyarakat. Salah satu strategi utama yang dilakukan adalah menghadirkan eco-inovasi di berbagai lini operasional.

Baca Juga :  Lewat Mensos Risma, Sido Muncul Bantu Korban Bencana Alam Rp 500 Juta

“Yang kita lakukan adalah eco-inovasi dalam berbagai hal. Salah satunya penggunaan energi baru terbarukan. Saat ini sudah lebih dari 90% kita menggunakan energi terbarukan, sehingga bisa menekan emisi karbon,” jelasnya.

Tak hanya itu, perusahaan juga fokus pada efisiensi penggunaan sumber daya lain. “Kita juga melakukan efisiensi penggunaan air, pengolahan limbah B3, serta pengurangan limbah B3 itu sendiri,” tambahnya.

Sebagai bagian dari eco-inovasi berbasis Life Cycle Assessment (LCA), Sido Muncul menerapkan efisiensi energi, pengendalian emisi, pengurangan limbah non-B3, serta pengelolaan sampah terintegrasi. Langkah ini difokuskan pada titik-titik proses produksi yang paling berdampak (hotspot), guna meningkatkan efisiensi sumber daya sekaligus mendorong praktik produksi berkelanjutan sejalan dengan SDGs.

Komitmen tersebut juga diperluas melalui program pemberdayaan masyarakat SMARTANI (Sentra Mandiri Agro Ternak dan Inovasi) yang dijalankan di Desa Bergas Kidul, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, wilayah yang menghadapi tantangan alih fungsi lahan dan menurunnya minat generasi muda di sektor pangan.

Melalui SMARTANI, masyarakat didampingi membangun kemandirian pangan desa lewat berbagai inisiatif, seperti bank ternak bergulir, pusat pembelajaran pertanian dan peternakan, optimalisasi lahan terbatas, hingga pemanfaatan limbah organik. Program ini tak hanya meningkatkan kapasitas dan pendapatan warga, tetapi juga menjaga keberlanjutan lahan produktif serta memperkuat ketahanan pangan.

Lebih dari itu, SMARTANI menjadi contoh kolaborasi antara dunia usaha, masyarakat, dan pemerintah dalam menjawab tantangan lingkungan dan pangan secara berkelanjutan. (hap)