HeadlineIndeksNusantara

Bantu 864 Anak Cegah Stunting, Sido Muncul Raih Penghargaan dari BKKBN

×

Bantu 864 Anak Cegah Stunting, Sido Muncul Raih Penghargaan dari BKKBN

Sebarkan artikel ini
Menteri Kemendukbangga/BKKBN Wihaji menyerahkan penghargaan Mitra Swasta Predikat Gold kepafa Direktur Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat pada Genting Collaboration Summit 2025, di Jakarta. Istimewa

JAKARTA, PMP – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) meraih penghargaan dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) untuk kategori Penghargaan Mitra Swasta Predikat Gold dalam Genting Collaboration Summit 2025.

Perusahaan jamu dan farmasi ini dinilai layak meraih penghargaan kategori gold berkat kontribusinya dalam memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada keluarga berisiko stunting dalam tiga tahun terakhir.

Atas raihan tersebut, Direktur Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat yang menerima penghargaan langsung dari Menteri Kemendukbangga/BKKBN Wihaji menuturkan rasa syukur dan terima kasih atas apresiasi yang pemerintah berikan kepada Sido Muncul.

“Terima kasih kepada Kemendukbangga/BKKBN dan seluruh penyelenggara acara ini. Kami merasa terhormat karena usaha kecil yang kami lakukan mendapat apresiasi. Penghargaan ini semakin memotivasi Sido Muncul untuk terus berkontribusi dalam upaya penurunan stunting,” ujar Irwan dalam keterangan yang dikutip Senin (22/12/2025).

Baca Juga :  Sido Muncul Resmikan Gerai Sehat ke-7 di RS Universitas Kristen Krida Wacana

Pria 78 tahun ini juga menuturkan bahwa lewat acara Genting Collaboration Summit 2025 bisa menjadi wadah kolaborasi antar berbagai sektor termasuk pemerintah dengan swasta, lalu para ahli dan masyarakat dalam mencegah stunting.

“Stunting bukan hanya tugas pemerintah. Dunia usaha, media, akademisi, semua punya peran. Saya senang menjadi bagian dari upaya besama ini,” kata Irwan.

Sido Muncul telah membantu 864 anak Indonesia lewat pemberian Rp500 ribu per bulan selama enam bulan. Bantuan tersebut disalurkan ke rekening dari ibu penerima manfaat.

Penerima manfaat bantuan ini pun didapatkan dari puskesmas kemudian dicek kembali oleh tim Sido Muncul. Hal ini dilakukan agar penerima manfaat tepat sasaran.

Baca Juga :  Tradisi Berbagi Kebahagiaan Ramadan, Sido Muncul Santuni 1.000 Duafa di Semarang

Mengenai uang tunai yang diberikan ke ibu penerima manfaat, Irwan mengatakan punya alasan. Menurutnya bantuan tunai lebih efektif dan cepat bisa dimanfaatkan ibu untuk mencegah anak stunting. “Tidak ada yang lebih sayang anak dibanding ibunya sendiri,” kata Irwan.

Ia juga mengatakan alasan pemberian bantuan tidak dalam bentuk makanan arena rentan timbulkan masalah seperti penyimpanan dan risiko penyalahgunaan.

“Kalau dalam bentuk makanan, ongkosnya banyak dan rawan masalah. Kalau uang langsung sampai tidak perlu lewat kelurahan, tidak perlu biaya tambahan,” jelasnya.

Tak cuma bantuan tunai, Sido Muncul juga memberikan produk kesehatan seperti Anak Sehat dan Tolak Angin Aanak untuk mendukung kesehatan anak.

Di kesempatan itu, Wihaji menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya terhadap Sido Muncul serta ratusan pihak lain yang terlibat dalam program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

Baca Juga :  Sido Muncul Siapkan Dana Belanja Modal 2022 Sebesar Rp200 Miliar

Genting merupakan program kolaborasi masyarakat untuk membantu Keluarga Berisiko Stunting melalui dukungan gizi, edukasi, dan pendampingan. Program ini diluncurkan untuk mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia dengan melibatkan berbagai pihak sebagai orang tua asuh.

“Seluruh kabupaten di 514 kabupaten/kota, semua ada orang tua asuhnya, ada yang dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), atau dari korporasi yang lain,” kata Wihaji.

Lebih lanjut, Wihaji menjelaskan bahwa Genting terinspirasi dari Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA) yang populer pada 60–70-an.

“Saya laporkan kepada Bapak Presiden, dan alhamdulillah beliau mengapresiasi karena program ini memungkinkan pergerakan cepat untuk kebutuhan mendesak,” ujarnya. (hap)