EkbisIndeksIndustri

Hemat Operasional 41%, Petani di Banyuwangi Rasakan Manfaat Positif Pompanisasi PLN

×

Hemat Operasional 41%, Petani di Banyuwangi Rasakan Manfaat Positif Pompanisasi PLN

Sebarkan artikel ini
Program pompanisasi di Banyuwangi diimplementasikan oleh Kelompok Tani (Poktan) Tani Usaha di Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo.(Humas PLN UID Jatim)

SURABAYA, PMP – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur menjalankan pompanisasi di berbagai wilayah di Jawa Timur untuk mendukung program ketahanan pangan pemerintah.

 

Pompanisasi merupakan bagian dari program electrifying agriculture, yakni irigasi sawah yang semula menggunakan diesel menjadi listrik PLN.

 

General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir memaparkan, program pompanisasi bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung program pemerintah yaitu ketahanan pangan.

 

“Program ini merupakan langkah nyata PLN dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang merupakan proyek strategis nasional, melalui optimalisasi energi listrik untuk sektor pertanian. PLN hadir untuk mendorong peningkatan produktivitas hasil pertanian dan efisiensi kerja petani di wilayah yang sulit mendapatkan air untuk tumbuh kembang tanaman,” papar Ahmad.

Baca Juga :  PLN UIT JBM Laksanakan Pemeliharaan Rutin di 3 Gardu Induk Jelang Hari Kemerdekaan RI

 

Program pompanisasi di Banyuwangi diimplementasikan oleh Kelompok Tani (Poktan) Tani Usaha di Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo. Kolaborasi ini wujud sinergi PLN dengan Dinas Pertanian untuk mendukung pertanian yang lebih modern di wilayah Banyuwangi.

 

Ketua Poktan Tani Usaha, Khusaini, mengungkapkan rasa syukur atas hadirnya program ini.

 

“Pompanisasi ini sangat penting untuk mendukung keberlanjutan sektor pertanian di desa kami. Dengan ini, petani bisa mengelola air lebih efisien,” tutur Khusaini.

 

Senada dengan itu, Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Tegaldlimo, Dodik Dwi Anggriawan menekankan dampak positif program ini bagi masyarakat.

 

“Meski ada irigasi, selama ini air tidak bisa menjangkau lahan petani. Dengan bantuan pompanisasi, air kini dapat dimanfaatkan dengan lebih baik oleh warga,” jelasnya.

Baca Juga :  Kunker Komisi VII DPR, PLN Paparkan Kesiapan Listrik Jawa Bali Selama Ramadan-Idul Fitri 1445 H

 

Menurut Dodik, warga bisa menghemat hingga 41% dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak. Jika sebelumnya menggunakan bahan bakar minyak pengeluaran mencapai Rp4 juta per bulan setelah menggunakan listrik PLN menjadi sekitar Rp2,4 juta per bulan.

 

Sementara di Jember, PLN berkolaborasi bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyalakan pompa air listrik dengan kapasitas 13.200 VA untuk mengairi lahan pertanian seluas 3 hektar di Tanggul.

 

Kolaborasi ini memungkinkan petani di wilayah Tanggul untuk dapat mengoptimalkan pengairan lahan pertanian mereka, sehingga hasil panen diharapkan dapat meningkat baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

 

Perwakilan Dinas Pendapatan Daerah, Budiman, menyambut antusias program elektrifikasi pertanian. Ia menilai, penggunaan pompa air listrik akan membawa banyak manfaat bagi para petani.

Baca Juga :  PLN Ajak Pesantren Sediakan Bahan Baku Cofiring PLTU, Bangun Gerakan Energi Kerakyatan

 

“Air yang dipompa menjadi lebih higienis dan bebas dari kontaminan, sehingga kualitas hasil pertanian dapat meningkat. Selain itu, penggunaan listrik lebih efisien dan hemat dibandingkan dengan bahan bakar minyak, serta biaya operasionalnya pun lebih terjangkau dalam jangka panjang,” imbuhnya.

 

Manfaat yang sama juga dirasakan Kelompok Tani Barokah di Ploso, Tambaksari, Surabaya. Dengan tersambung listrik daya 5.500 VA, Kelompok Tani Barokah Barokah dapat lebih mudah mengelola lahan pertanian mereka, meningkatkan hasil panen, dan berkontribusi pada ketahanan pangan di daerah setempat. (hap)