EkbisHeadlineIndeksIndustri

Nathabumi SIG Musnahkan 103,86 Ton Bahan Perusak Ozon hingga Agustus 2025

×

Nathabumi SIG Musnahkan 103,86 Ton Bahan Perusak Ozon hingga Agustus 2025

Sebarkan artikel ini
Karyawan SIG melakukan pengecekan peralatan di fasilitas ODS sebelum dilakukan pemusnahan BPO di Pabrik Narogong, Jabar. (SIG)

JAKARTA, PMP – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui lini bisnis pengelolaan limbah dan sampah berkelanjutan yang bernama Nathabumi telah memusnahkan 103,86 ton Bahan Perusak Ozon (BPO) yang dapat merusak lapisan ozon, atau telah membantu mencegah pelepasan Gas Rumah Kaca ke atmosfer setara 221.666 ton CO2 equivalent.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan SIG berperan aktif dalam pelestarian lapisan ozon melalui alat pemusnah BPO pertama di Asia Tenggara di Pabrik Narogong, Bogor, Jawa Barat yang digunakan sebagai alat pendingin (refrigerant) dan alat pemadam api ringan (APAR) yang ramah ozon di wilayah operasi.

“Layanan fasilitas pemusnah BPO merupakan bentuk kontribusi SIG dalam menjaga keberlangsungan kehidupan di bumi. Fasilitas pemusnah BPO tidak hanya berkontribusi dalam pelestarian lapisan ozon, tetapi juga sebagai upaya mitigasi perubahan iklim. Sebab, BPO yang tidak terkelola dengan baik akan meningkatkan intensitas Gas Rumah Kaca (GRK),” kata Vita di Jakarta, Rabu (17/9/2025)

Baca Juga :  Erick Thohir Tingkatkan Kesejahteraan Bagi Keluarga Pekerja BUMN di Gresik

Nathabumi yang dioperasikan oleh anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk sejak 2027, tercatat telah membantu 29 institusi pemerintahan dan perusahaan dari berbagai industri dalam pemusnahan BPO, meliputi industri makanan dan minuman, farmasi, kimia, petrokimia, manufaktur, energi, pertambangan, pengelolaan limbah, hingga minyak dan gas.

Jenis BPO yang dimusnahkan antara lain, senyawa halon yang banyak digunakan untuk bahan pemadam kebakaran, refrigerant-CFC/HCFC/HFC dari unit pendingin seperti AC dan lemari es, serta SF6 yang biasa digunakan dalam peralatan listrik tegangan tinggi.

Proses pemusnahan BPO dilakukan dengan teknologi yang aman dan ramah lingkungan, di mana limbah BPO yang berbentuk cair maupun gas dimusnahkan dalam tanur semen dengan suhu mencapai 1.500 derajat celsius secara stabil. Fasilitas pemusnah BPO ini pun telah memiliki izin pengolahan BPO dari Kementerian Lingkungan Hidup RI.

Baca Juga :  Bermodal Wajan Kecil, Mulitina Tumini Sukses Kembangkan Keripik Macho Eliza Berkat Bantuan Rumah BUMN Baturaja   

Vita Mahreyni menambahkan, upaya SIG dalam pelestarian lapisan ozon semakin maksimal melalui inisiatif penggunaan alat pendingin (refrigerant) non CFC dan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) non HALON di wilayah operasi. Seperti PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBl), anak usaha SIG yang telah menggunakan alat pendingin dan APAR yang ramah ozon di seluruh wilayah operasi.

SIG juga menerapkan inisiatif penggunaan hydrogen injection dalam kegiatan produksi yang membantu proses pembakaran di kiln semen lebih sempurna. Inisiatif ini mendukung optimasi kegiatan produksi dan efisiensi dalam penggunaan bahan bakar, sekaligus mencegah timbulnya zat N2O yang merupakan senyawa kimia yang juga dapat merusak ozon.

“Menjaga kelestarian ozon adalah tanggung jawab kolektif seluruh bangsa di dunia, termasuk Indonesia. Inisiatif efisiensi bahan bakar untuk meminimalkan emisi dan kehadiran fasilitas pemusnah BPO ini, merupakan kontribusi SIG untuk mencegah radiasi dan mengurangi dampak perubahan iklim,” ujar Vita Mahreyni. (hap)