
GRESIK, PMP – Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan Produksi Pabrik Pemurnian Logam Mulia melalui Precious Metal Refinery (PMR) milik PT Freeport Indonesia (PTFI) yang berlokasi di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Kabupaten Gresik, pada Senin (17/3/2025).
Peresmian ini ditandai dengan peletakan miniatur emas dan penandatanganan prasasti oleh Presiden Prabowo didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Menteri BUMN Erick Tohir.
PMR merupakan fasilitas pemurnian emas modern pertama dan terbesar di dunia yang terintegrasi dari hulu, yakni pertambangan dan pengolahan ke hilir atau pemurnian.
Presiden Prabowo secara khusus meminta agar Jawa Timur mampu menjadi tuan rumah yang ramah bagi para investor sekaligus mampu menjaga iklim investasi yang baik.
“Saya kira Jawa Timur harus menjaga, menjadi tuan rumah yang baik sehingga kita terus bisa menjadi tempat yang ramah terhadap investasi, tempat yang ramah bagi perusahaan-perusahaan yang ingin masuk ke Indonesia ingin berpartisipasi,” katanya.
Pada kesempatan tersebut Gubernur Jatim menyampaikan kesiapan Provinsi Jawa Timur untuk menjadi tuan rumah yang baik dan ramah untuk investasi. Hal tersebut telah dibuktikan dengan memberikan fasilitas kemudahan dalam berinvestasi.
“Kami berupaya meningkatkan kemitraan antar-dunia usaha pendukung investasi, melakukan promosi investasi terintegrasi, menyusun _Investment Project Ready to Offer_ (IPRO) di kawasan industri, infrastruktur, pariwisata, dan properti, serta penggunakan aplikasi JOSS Gandos Jatim Online Single Submission untuk meningkatkan kualitas pelayanan perizinan,” terangnya.
Di sisi lain realisasi investasi periode Januari – Desember Tahun 2024 secara y-on-y meningkat 1,5 persen dibandingkan periode yang sama di Tahun 2023. Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Jatim mengalami peningkatan sebesar 23,3 persen, sedangkan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) turun -21,8 persen.
Capaian realisasi investasi Jawa Timur pada triwulan IV tahun 2024 berkontribusi sebesar 7,90 persen atas total realisasi nasional. Capaian ini sekaligus menempatkan Jawa Timur di posisi ketiga setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta.
“Alhamdulillaah capaian ini menempatkan Jawa Timur di posisi ketiga secara nasional,” kata Khofifah. (gdn)












