
JAKARTA, PMP – PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) menegaskan komitmennya dalam menjaga mutu dan keamanan produk berbasis herbal melalui penguatan riset ilmiah. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan, salah satu produk andalan Sido Muncul, Tolak Angin melewati uji praklinik, termasuk uji toksisitas, yang dilakukan bersama institusi akademik ternama.
Diketahui, Sido Muncul berawal dari usaha jamu rumahan yang dirintis Ibu Rahkmat Sulistio di Yogyakarta pada 1930. Dari racikan jamu tradisional, berlanjut ke jamu godokan pada 1940, hingga resmi berdiri sebagai perusahaan pada 1951 dan tumbuh sebagai produsen jamu dan obat herbal nasional.
Pada 1992, Sido Muncul melakukan inovasi besar dengan menghadirkan Tolak Angin dalam bentuk cair siap minum dalam kemasan sachet. Inovasi ini membuat produk lebih praktis, higienis, dan mudah dibawa, sekaligus menjawab kebutuhan konsumen modern.
Sido Muncul yang bersiap menapaki usia ke-75 tahun pada November 2026 ini juga menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) serta Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta untuk melakukan serangkaian penelitian ilmiah. Penelitian tersebut mencakup uji toksisitas, uji mutu bahan baku herbal, hingga uji khasiat guna memastikan keamanan dan khasiat Tolak Angin.
Hasil penelitian menunjukkan Tolak Angin Cair dapat meningkatkan jumlah limfosit T perifer serta produksi sitokin tipe 1 setelah digunakan selama tujuh hari. Produk ini juga tidak memengaruhi fungsi hati dan ginjal, sehingga dinilai aman dikonsumsi sesuai aturan yang ditetapkan.
Direktur PT. Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) Dr. (H.C.) Irwan Hidayat mengatakan riset ilmiah ini menjadi fondasi utama dalam pengembangan produk perusahaan. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan edukasi dan pemaparan hasil penelitian Uji Khasiat dan Toksisitas Tolak Angin. Acara ini menjadi bagian dari upaya Sido Muncul untuk mensosialisasikan hasil riset kepada kalangan medis, akademisi, dan masyarakat luas.
“Kami tidak hanya mengandalkan warisan resep tradisional, tetapi juga memastikan setiap produk harus terjaga kualitasnya, termasuk Tolak Angin yang didukung oleh penelitian ilmiah. Ini merupakan bentuk tanggung jawab kami kepada konsumen agar produk yang diminum benar-benar aman, berkualitas, dan bermanfaat,” ujar Irwan di House of Jamu, Cipete, Jakarta Selatan, Selasa (20/1/2026).
Irwan menambahkan uji toksisitas terakhir terhadap Tolak Angin sebelumnya dilakukan 23 tahun lalu. Seiring perkembangan zaman dan perubahan bentuk produk menjadi cair siap minum, Sido Muncul kembali melakukan uji praklinik sebagai bentuk pembaruan ilmiah.
“Uji toksisitas dan uji khasiat Tolak Angin merupakan dorongan kami di awal tahun untuk melakukan riset ini bersama Universitas Sanata Dharma dan Universitas Diponegoro. Kedua lembaga ini independen, sehingga hasilnya objektif dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Irwan juga menilai dukungan pemerintah terhadap kemandirian obat nasional semakin kuat pada 2026. Hal ini sejalan dengan visi Sido Muncul untuk menghadirkan produk herbal berbasis ilmiah yang mampu bersaing di industri farmasi.
“Menghadapi 2026, kami ingin mengingatkan Sido Muncul adalah perusahaan yang siap dengan produk berbasis ilmiah. Ketahanan dan kemandirian pengobatan nasional harus didukung oleh riset yang kuat,” katanya.
Saat ini, Tolak Angin hadir dalam berbagai varian, mulai dari Tolak Angin Cair, Serbuk, Tablet, Flu, Anak, Kapsul, hingga Batuk, yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

Sementara itu, Dr. apt. Ipang Djunarko, S.Si., M.Sc dari Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma menjelaskan, uji toksisitas merupakan tahapan awal untuk memastikan keamanan suatu produk sebelum digunakan manusia.
“Penelitian ini dilakukan dengan metode bertingkat dosis, mulai dari kontrol negatif hingga dosis tertinggi. Pengamatan dilakukan selama tiga bulan, mencakup gejala klinis, uji darah rutin, dan uji kimia klinik untuk melihat efek toksik secara biokimia,” jelas Ipang.
Ia menambahkan seluruh hewan uji juga dibedah untuk mengamati perubahan fisiologis, biokimia, dan struktural organ. Uji reversibilitas turut dilakukan untuk memastikan tidak ada dampak jangka panjang.
“Hasilnya, setelah penggunaan Tolak Angin Cair selama periode pengamatan, tidak ditemukan efek toksik yang signifikan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan apt. Phebe Hendra, Ph.D dari Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma. Ia menjelaskan uji dilakukan pada tikus jantan dan betina selama 90 hari, yang setara dengan 101 bulan pada manusia.
“Uji toksisitas pada hewan diharapkan dapat menggambarkan keamanan penggunaan pada manusia. Pemberian setara konsumsi sembilan sachet sekaligus selama periode panjang sesuai dosis yang dianjurkan, tidak ditemukan kematian maupun perubahan signifikan pada hewan uji ,” ungkap Phebe.
Dari sisi khasiat, Dr. dr. Neni Susilaningrum, M.Si dari Fakultas Kedokteran Undip menyampaikan Tolak Angin terbukti berperan dalam menjaga daya tahan tubuh melalui peningkatan respons imun.
Pemberian Tolak Angin cair selama satu minggu menunjukkan peningkatan jumlah limfosit T, peningkatan kadar sitokin seperti interferon dan interleukin, yang menandakan peningkatan respons imun. Tanpa mempengaruhi fungsi ginjal maupun hati melalui pemeriksaan kadar ureum, kreatinin. SGOT dan SGPT,” jelasnya.
Selain pemaparan ilmiah, acara ini juga menghadirkan testimoni dari figur publik yang menjadi bintang iklan Tolak Angin, Prof. Rhenald Kasali yang menilai Sido Muncul telah berhasil memodernisasi jamu ke arah industri farmasi.
“Uji laboratorium membuat masyarakat lebih percaya karena semuanya diuji secara ilmiah. Ini produk Indonesia yang patut dibanggakan,” ujarnya.
Sementara itu, Brand Ambassador Tolak Angin, Andy F. Noya menekankan pentingnya pendekatan berbasis data.
“Uji coba ini berangkat dari keinginan agar produk tidak hanya berdasarkan kata-kata, tetapi berbasis data dan kajian ilmiah. Karena itu, Tolak Angin melibatkan para pakar untuk membuktikan hasil uji toksisitas dan khasiatnya,” kata Andy.
Melalui riset berkelanjutan dan kolaborasi dengan institusi akademik, Sido Muncul menegaskan posisinya sebagai produsen jamu modern yang mengedepankan keamanan, kualitas, dan pembuktian ilmiah.
Direktur Marketing PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Maria Reviani Hidayat, menyampaikan bahwa edukasi publik terhadap keamanan, mutu, dan khasiat produk herbal menjadi semakin penting di tengah derasnya arus informasi saat ini, khususnya bagi generasi muda. Ia berharap paparan ilmiah dari para narasumber dapat menjadi rujukan yang kredibel bagi konsumen.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan informasi yang benar dan berkualitas kepada konsumen. Saya yakin konsumen juga semakin pintar, orang pintar kan minum Tolak Angin. Jadi yang pintar tentu saja bisa memilah informasi yang benar dan tidak, lalu dia bisa memilih produk yang baik juga, ujarnya.
Hingga kini, Sido Muncul terus melakukan inovasi agar produk-produknya semakin diterima oleh para konsumen. Untuk produk Tolak Angin sendiri telah memiliki beberapa varian yaitu Tolak Angin Cair, Tolak Angin Serbuk, Tolak Angin Tablet, Tolak Angin Flu, Tolak Angin Anak, Tolak Angin Kapsul, dan Tolak Angin Batuk. (hap)












