PenaMerahPutih.com
EkbisHeadlineIndeksTeknologi

Indosat Ooredoo Bukukan Laba Bersih Rp 5,8 Triliun

President Director and CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama. (Humas Indosat Ooredoo)

Jakarta, pmp – Indosat Ooredoo membukukan laba bersih sebesar Rp5,8 triliun selama sembilan bulan pertama 2021 dengan  total pendapatan mencapai Rp 23 triliun atau meningkat 12% dibanding periode sama tahun lalu (year on year/YoY).

“Eksekusi dari strategi transformasi kami memperlihatkan bahwa Indosat Ooredoo mempertahankan momentum pertumbuhannya dan memberikan kinerja keuangan yang sangat baik,” kata  President Director and CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama pada keterangan resmi, Kamis (28/10/2021)

Dalam sembilan bulan tahun ini, pertumbuhan pendapatan perseroan terus berlanjut mengungguli industry dengan  menunjukkan kinerja EBITDA yang kuat yang tumbuh hampir dua kali lebih cepat dari pendapatan serta kinerja jaringan dan layanan digital yang luar biasa kepada pelanggan setia.

“Kepercayaan pelanggan yang meningkat telah membuat basis pelanggan kami tumbuh selama sembilan bulan terakhir,” ujarnya.

Baca Juga :   Indosat Ooredoo Hutchison Gandeng Mitra Strategis Hadirkan Digital Kelas Dunia di Indonesia

Dalam sembilan bulan pertama tahun 2021, pendapatan seluler naik 10,3% YoY menjadi Rp18,8 triliun. EBITDA meningkat 22,7% YoY mencapai Rp10,4 triliun dalam sembilan bulan tahun ini karena kombinasi pertumbuhan top-line dan fokus berkelanjutan pada efisiensi biaya operasional. Ini membantu memberikan pertumbuhan margin EBITDA sebesar 4,0 bps YoY, menjadi 45,1%.

Indosat Ooredoo juga mencatatkan 62,3 juta pelanggan yang puas dan terlibat dalam sembilan bulan tahun 2021, meningkat 3,2% YoY. Pelanggan data 4G tumbuh menjadi 43 juta, meningkat 27% YoY.

Pendapatan Rata-rata per Pengguna (ARPU) meningkat sebesar 7,9% YoY menjadi Rp34,2 ribu, terutama didorong oleh pertumbuhan yang kuat dalam lalu lintas data, yang naik 39,2% YoY.

Selama Q3 2021, Indosat Ooredoo mengumumkan peluncuran layanan 5G komersial di Jakarta dan Surabaya, menyusul peluncuran pertama 5G di Solo pada Juni 2021.

Baca Juga :   Dukung Persiapan Ibu Kota Baru, Indosat Ooredoo Luncurkan Layanan 5G di Balikpapan

“Layanan 5G adalah langkah selanjutnya dalam menghadirkan pengalaman digital kelas dunia kepada masyarakat di Indonesia, dan peluncuran layanan 5G Indosat Ooredoo menempatkannya di garis depan revolusi 5G Indonesia,” tandas Ahmad Al-Neama.

Selama triwulan tersebut Indosat Ooredoo juga melanjutkan perluasan jangkauan jaringan 4G di seluruh tanah air, menghadirkan layanan 4G/LTE ke 124 desa terpencil di Aceh, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Penggelaran jaringan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung program Pemerintah untuk memenuhi cakupan 4G di seluruh Indonesia dan menggelar layanan 4G/LTE di 645 desa terpencil pada tahun 2022.

Dalam sembilan bulan pertama tahun 2021, jumlah total BTS Indosat Ooredoo mencapai hampir 126 ribu yang 70 ribu di antaranya adalah BTS 4G.

Baca Juga :   Indosat Ooredoo Gandeng Google Percepat Digitalisasi UMKM dan Perusahaan di Indonesia

Keberhasilan strategi transformasi Indosat Ooredoo dan kinerjanya yang luar biasa diakui oleh beberapa penghargaan bisnis internasional utama selama kuartal tersebut. Secara khusus, Indosat Ooredoo dinobatkan sebagai ‘Telecommunications Company of the Year’ di Stevie International Business Awards tahun ini. Sementara Ahmad Al-Neama juga dianugerahi Gold Stevie untuk kategori ‘Executive of the Year – Telecommunications’ sebagai pengakuan atas komitmennya yang kuat terhadap tata kelola yang baik, inovasi, dan keterlibatan, kesejahteraan, dan pengembangan karyawan.

“Selama kuartal ketiga kami meluncurkan layanan 5G di lebih banyak kota yang membantu mengubah Indonesia menjadi negara yang berkemampuan 5G. Kami berkomitmen penuh untuk mendukung Pemerintah menjadikan Indonesia sebagai digital powerhouse di kawasan,” tutup Ahmad. (hps)