PenaMerahPutih.com
Ekbis Headline Indeks Industri

Konsisten Stop Kekerasan Seksual, The Body Shop® Indonesia Kampanye No! Go! Tell!

kampanye No! Go! Tell! The Body Shop® Indonesia
Jumpa pers kampanye No! Go! Tell! dan peluncuran produk terbaru rangkaian White Musk.(Humas The Body Shop® Indonesia)

Surabaya, pmp – The Body Shop® Indonesia bersama para mitra meluncurkan kampanye “No! Go! Tell!” atau “Katakan Tidak! Jauhi! Laporkan!” yang merupakan bagian dari agenda besar Stop Sexual Violence (SSV) atau Stop Kekerasan Seksual.

Mereka juga bakal terus berjuang agar DPR mengesahkan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) mengingat kasus kekerasan seksual di Indonesia masih tinggi dan beberapa kasus belum terselesaikan dengan baik.

Para mitra The Body Shop® Indonesia yang ikut mengawal RUU PKS adalah Yayasan Plan International Indonesia, Magdalene, Yayasan Pulih dan Makassar International Writers Festival (MIWF).

“Kami terus berkampanye sebagai konsistensi mengawal RUU PKS melalui peluncuran kampanye No! Go! Tell!… Melalui  mekanisme perlindungan diri dasar dalam kampanye ini diharapkan bisa  menjadi mekanisme melindungi masyarakat ketika menghadapi situasi yang rawan kekerasan seksual,” kata Suzy Hutomo, Owner & Executive Chairperson The Body Shop® Indonesia, saat press conference kampanye No! Go! Tell! dan peluncuran produk terbaru rangkaian White Musk yang digelar daring, Kamis (8/7/2021).

Hadir sebagai nara sumber antara lain Aryo Widiwardhono (CEO The Body Shop® Indonesia), Luluk Nur Hamidah (anggota Komisi IV DPR/Sekjen KPP RI), Ratu Ommaya (Head of Values, Community & Public Relations The Body Shop® Indonesia), Dini Widiastuti (Direktur Eksekutif Yayasan Plan International Indonesia), Wawan Suwandi (Public Relations Yayasan Pulih), Lily Yulianti Farid (Founder & Director Makassar International Writers Festival) dan Kartika Jahja (penyanyi & aktivis).

Baca Juga :   #KerenTanpaNyampah, The Body Shop Target Daur Ulang 2 Juta Botol Kemasannya

Menurut Suzy, berdasarkan data Komnas Perempuan, kasus kekerasan seksual sepanjang tahun 2020 sebanyak 1.938 kasus atau sekitar 30% di ranah personal atau privat. Melihat tingginya angka tersebut, sekarang saatnya menyuarakan kembali dukungan terhadap kampanye Stop Sexual Violence (SSV) atau Stop Kekerasan Seksual.

Menurut Suzy, kampanye No! Go! Tell! merupakan kelanjutan dari kampanye SSV tahap pertama November 2020 – 7 April 2021.

“Penyerahan petisi 421.218 tanda tangan kepada pihak DPR RI menjadi milestone penting dari kampanye SSV tahap pertama yang menandai komitmen kuat dan keseriusan segenap pihak dalam upaya mendukung pengesahan RUU PKS,” tambahnya.

Jangan Lelah Perjuangkan Korban

Luluk Nur Hamidah, anggota Komisi IV DPR  dan Sekjen KPP RI, mengajak untuk terus mengawal RUU PKS.

“Saat ini kita tidak boleh pesimis walaupun perjalanan RUU PKS di DPR RI sedikit menyusut. Proses yang sudah berjalan sampai saat ini adalah Rapat Dengar Pendapat Umum dan belum ada pembahasan lanjutan,” katanya.

Luluk berharap  kampanye No! Go! Tell! yang diusung oleh The Body Shop® Indonesia dapat menjadi suatu mekanisme publik untuk mencegah kekerasan seksual.

“Saya berharap agar korban bisa menemukan ruang aman, tidak merasa sendirian dan ikut berdiri bersama korban lainnya, serta saling menguatkan. Saya juga berharap ke depannya tidak ada ruang tabu dalam hal pengungkapan kekerasan seksual, tidak ada juga ruang-ruang stigma yang terjadi pada korban,” harap Luluk.

Baca Juga :   Hadiahi Orang Tersayang, The Body Shop Rilis Edisi Spesial Natal dan Tahun Baru

Luluk meminta agar kampanye tidak berhenti.

“Mari bersama-sama maju sehingga RUU PKS tidak hanya inisiatif DPR RI, tetapi diusung bersama-sama, serta memungkinkan agar RUU PKS dapat segera disahkan. Dan jangan pernah lelah untuk memperjuangkan hak-hak korban kekerasan seksual” tegasnya.

Sementara Ratu Ommaya, Head of Values, Community & Public Relations The Body Shop® Indonesia menyatakan, masyarakat yang membeli setiap  produk White Musk® Eau de Toilette dan Gift White Musk® Topper sudah berkontribusi mendukung kampanye No! Go! Tell! sejumlah Rp 5.000 yang akan didonasikan ke Yayasan Pulih untuk program pencegahan dan pemulihan korban kekerasan seksual.

Menurut Ratu, kampanye No! Go! Tell! Memiliki dua aspek yaitu prevention (pencegahan) dan recovery (pemulihan). Tujuan utama aspek  prevention adalah membuat mekanisme keamanan bagi semua perempuan dan perempuan muda dalam mencegah mereka dari bahaya kekerasan  seksual. Sedangkan aspek recovery, The Body Shop® Indonesia menggandeng Yayasan Pulih dalam menciptakan ruang aman (safe space) dan program pemulihan bagi korban kekerasan seksual, khususnya kaum perempuan maupun remaja perempuan.

Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Yayasan Plan International Indonesia mengatakan bahwa dampak kekerasan berbasis gender, salah satunya kekerasan seksual, dapat berakibat fatal bagi tumbuh kembang anak dan kaum muda, terutama perempuan.

“Melalui Kampanye Katakan Tidak! Jauhi! Laporkan! Plan Indonesia berkolaborasi dengan The Body Shop® Indonesia mengedukasi masyarakat khususnya anak-anak dan pelajar tentang pentingnya pencegahan  kekerasan seksual di lingkungan pendidikan,” kata Dini.

Baca Juga :   The Body Shop® Indonesia Kampanye #HadirUntukmu Ajak Berjuang Bersama Saat Karantina Mandiri PPKM

Penyintas Kekerasan Seksual

Kartika Jahja, penyanyi dan aktivis, mengakui bahwa dirinya hanya satu dari jutaan penyintas kekerasan seksual di seluruh negeri, di mana bahaya kekerasan seksual bisa menimpa siapa saja, kapan saja dan di mana saja. Bahkan akhir – akhir ini korbannya anak – anak.

“Terlalu banyak orang mengalami kekerasan seksual, namun terlalu sedikit yang mendapat keadilan. Kampanye No! Go! Tell! ini penting untuk terus digaungkan karena mekanismenya dapat menjadi salah satu perlindungan diri bagi semua orang khususnya anak-anak untuk melawan kemungkinan bahaya kekerasan seksual,” katanya.

Ratu Ommaya menambahkan, guna mendukung edukasi pencegahan kekersan seksual pada anak-anak, The Body Shop® Indonesia akan meluncurkan buku dongeng No! Go! Tell! berjudul ‘Saat Tiara dalam Bahaya’  pada pertengahan Juli yang dapat diakses melalui www.tbsfightforsisterhood.co.id.

Buku dongeng ini ditulis Watiek Ideo dan Zahara Keisha yang merupakan ibu dan anak. Keduanya bersama Alnurul Gheulia sebagai ilustrator, serta Laura Lesmana Wijaya sebagai konsultan bahasa isyarat.

Tokoh Tiara adalah tunarungu yang sehari-hari menggunakan bahasa isyarat dalam berkomunikasi. Pada suatu hari saat bermain, Tiara diganggu orang tidak dikenal. Sebagai teman, Sita dan Bima menolong Tiara dari bahaya. Buku dongeng No! Go! Tell! dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami dan menarik dengan gambar yang disajikan.(hps)