PenaMerahPutih.com
Ekbis Headline Indeks Industri

Hari Ini Blok Rokan Kembali Dikuasai RI, PLN Buktikan Mampu Kelola Pembangkit untuk Skala Besar

Blok Rokan kini kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.
Pengambilalihan Blok Rokan tonggak sejarah penting sebab sejak 1951 dikelola Chevron dan kini blok migas terbesar di Indonesia itu kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.(Humas PLN)

Jakarta, pmp – PT PLN (Persero) secara resmi mulai mengalirkan listrik dan uap ke Wilayah Kerrja (WK) Rokan sejak pukul 00.00 WIB Senin 9 Agustus 2021, sejalan alih kelola Blok Rokan dari perusahaan migas asal Amerika Serikat PT Chevron Pacific Indonesia ke PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) anak usaha Pertamina.

Pengambilalihan menjadi tonggak sejarah penting bagi Indonesia sebab Blok Rokan dikelola Chevron sejak tahun 1951 dan kini blok migas terbesar di Indonesia itu kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

PLN bakal memastikan keandalan pasokan listrik untuk WK Rokan, sebagai bukti mendukung keberlanjutan blok migas terbesar serta komitmen PLN menjaga ketahanan energi tanah air.

Baca Juga :   Laba Bersih PLN Naik 38,6%, Bukti Transformasi Tepat Jalur

“Bagi PLN ini merupakan pembuktian bahwa kita mampu mengelola pembangkit untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah kerja migas skala besar seperti Blok Rokan.” kata Direktur Utama PLN Zulkifliyaitu PLTG North Duri Cogen 300 MW  Zaini, di Jakarta, Senin (9/8/2021).

Guna menjamin pasokan listrik dan uap untuk operasional WK Rokan, PLN dan PHR telah menyepakati dan menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dan Uap (PJBTLU) pada 1 Februari 2021 lalu, di mana direncanakan dua tahap yaitu masa transisi dan masa permanen.

Pada masa transisi, PLN memanfaatkan pembangkit listrik eksisting yang akan berlangsung tiga tahun, di mana PLN telah mengakuisisi saham perusahaan pembangkit eksisting yaitu PLTG North Duri Cogen 300 MW yang selama ini melistriki WK Rokan didukung PLTG Minas dan Central Duri sebesar 130 MW.

Baca Juga :   Geliat UKM Sokong Warga Perak Utara Makin Tangguh

“Jangka pendek, kami gunakan listrik dari pembangkit yang selama ini sudah pasok listrik ke Rokan, sambil tiga tahun ini kami menyiapkan jaringan listrik untuk menghubungkan WK Rokan dengan sistem kelistrikan Sumatera,” ujar Zulkifli.

Pada tahap kedua atau masa layanan permanen yang dimulai pada 2024 akan mengandalkan pembangkit dan jaringan PLN dengan melakukan interkoneksi sistem Blok Rokan dengan sistem kelistrikan Sumatera dengan kapasitas 400 megawatt (MW).

“PLN juga akan mengambil dari Sistem Sumatera yang sudah cukup besar kesediaan dayanya dan sistemnya, baik di suplai dari sistem dari Selatan maupun Utara melalui sistem 275 KV dan akan menjadi 500 KV,” jelas Zulkifli.

Baca Juga :   Jakarta-Bali Mobil Premium Rp 1,1 Juta Mobil Listrik Rp 200 Ribu, PLN Dukung KBLBB

Dia menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan PHR terhadap PLN untuk memenuhi kebutuhan listrik WK Rokan.

“Dengan sinergitas ini menunjukkan bahwa anak bangsa bisa mengelola blok penghasil minyak terbesar di Indonesia,” pungkas Zulkifli.(hps)